news

Tekan Alih Fungsi Lahan, PERHUTANI Tanam Ratusan Pohon di Coban Talun

KOTA BATU — Upaya konservasi tanah dan air terus digencarkan di kawasan hutan tangkapan air (catchment area) di wilayah Pujon. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi bahaya alih fungsi lahan yang disertai aksi nyata penanaman pohon di kawasan hutan Coban Talun.

Perhutani KPH Malang bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan warga setempat menanam sekitar 200 pohon di area yang sebelumnya mengalami perubahan fungsi menjadi lahan pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya tanah dan air di kawasan hutan.

Kepala Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, menyampaikan bahwa alih fungsi lahan hutan menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. “Penanaman pohon ini bukan hanya sebagai rehabilitasi hutan, tetapi juga sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah masih berfungsi sebagai hutan lindung, namun tekanan terhadap kawasan produksi tetap perlu dikendalikan agar tidak mengganggu fungsi daerah tangkapan air.

Lembaga Masyarakat Desa Hutan Tulungrejo antusias mengikuti aksi tanam pohon

Pentingnya Konservasi Tanah & AirKonservasi tanah dan air merupakan upaya untuk melindungi dan mengelola sumber daya alam agar tetap subur, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun mendatang. Tanpa konservasi, kawasan hutan berisiko mengalami kerusakan seperti erosi, banjir, kekeringan, hingga degradasi tanah.

Metode Konservasi yang Diterapkan

• Vegetatif: Penanaman pohon dan tanaman penutup tanah

• Teknis/Mekanis: Terasering, saluran air, dan sumur resapan

• Kimiawi: Penguatan struktur tanah dengan bahan tertentu

Manfaat bagi Masyarakat :

• Menjaga ketersediaan air bersih

• Meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian

• Mengurangi risiko bencana alam

• Mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Salah satu warga, Solikin, mengungkapkan kesiapan masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga hutan. “Kami siap merawat pohon yang sudah ditanam agar bisa memberikan manfaat ke depan,” katanya.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pinus dan tanaman buah seperti alpukat. Selain menjaga ekosistem, tanaman tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon ini, Kelik berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan semakin meningkat. Konservasi tanah dan air di kawasan Pujon menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menjamin ketersediaan sumber daya alam di masa depan. (rul)

Related Articles

Back to top button