Jaga Konservasi, Perhutani Malang dan Pertamina Pulihkan Ekosistem Ngadas
MALANG – Kawasan hutan lindung di lereng Gunung Bromo kini memiliki “napas” baru. Melalui kolaborasi strategis, Perhutani KPH Malang Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama Pertamina menggelar aksi penanaman pohon massal di Petak 37, RPH Ngadas, BKPH Tumpang, pada Sabtu (15/02).
Aksi lingkungan ini bukan sekadar seremoni. Sebanyak 60 relawan yang terdiri dari personel Perhutani, perwakilan Pertamina, serta masyarakat lokal bahu-membahu menanam ratusan bibit pohon di medan yang menjadi penyangga vital kehidupan warga Malang Raya tersebut.
Menanam Masa Depan dengan Varietas UnggulPemilihan jenis pohon dilakukan dengan pertimbangan ekologis yang matang. Tidak hanya fokus pada penghijauan, jenis tanaman yang dipilih memiliki fungsi ganda:
• Alpukat: Memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa depan.
• Beringin & Bulu: Dikenal sebagai “tandon air” alami yang sangat kuat untuk menjaga mata air.
• Suren & Mahoni: Memperkokoh struktur tanah di kawasan hutan lindung untuk mencegah erosi.
Komitmen KolaboratifAsper/KBKPH Tumpang, Hadi Mustofa, menegaskan bahwa menjaga hutan lindung tidak bisa dilakukan sendirian.
“Sinergi dengan mitra seperti Pertamina adalah kunci. Hutan Ngadas memiliki fungsi konservasi yang krusial. Dengan menanam hari ini, kita sedang memastikan ketersediaan oksigen dan air untuk generasi mendatang,” ujar Hadi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi sektor korporasi lainnya untuk turut serta dalam program pemulihan hutan (reforestasi), mengingat kawasan Ngadas merupakan jalur penting wisata internasional sekaligus daerah tangkapan air utama. (yd)




