Bisnis

Tidak Tergerus Jaman, Alat Masak Kayu Masih Diminati Wisatawan

MALANGSATU – Kota Batu, Jawa Timur, dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata yang menakjubkan, tetapi juga sebagai tempat berkembangnya seni dan kerajinan tradisional yang kaya akan nilai budaya. Salah satu seni yang mekar di kota ini adalah kerajinan kayu, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan identitas lokal.

Salah seorang pengrajin Mahoni dan Sonokeling di Dusun Rejoso, Tritanto, menjelaskan bahwa pengrajin kayu di Kota Batu telah mewarisi tradisi dan keahlian dari generasi sebelumnya, yang diturunkan secara turun-temurun.

“Saya belajar dari bapak, mungkin pengrajin lainnya juga sama, ada juga yang ikut orang, terus buka usaha sendiri,” ucapnya.

Dalam mengolah kayu, sebagian besar pengrajin menggunakan teknik tradisional, namun memiliki nilai jual yang tinggi, dan diminati banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Yang paling diminati adalah peralatan dapur berbahan kayu. “Cobek kayu, setiap bulan permintaannya dikirim ke Surabaya dan luar Jawa sebanyak seribu biji, sisanya baru dikirim ke penjual lokal yang ada di tempat wisata, seperti Semandian Sengkaling, Jatim Park, dan pasar cinderamata Beji,” jelas Tritanto.

Selain Tritanto, yang mampu mengolah kayu sebagai mata pencaharian, ada beberapa pekerja seni yang tergabung dalam komunitas Hobi Kayu memilih kayu sebagai wadah ekspresi dan kreativitas. Biasanya mereka menerima pesanan untuk membuat furnitur custom hingga membuat patung bernilai seni tinggi. (ris/ram).

Related Articles

Back to top button