newsPolitik

Survey LSI, Mochamad Anton Mendapat Elektabilitas Tertinggi

KOTA MALANG – Di tengah persiapan jelang pemilihan kepala daerah, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru mereka mengenai peta elektoral Pilkada Kota Malang. Menurut survei yang berlangsung dari 22 hingga 28 Mei 2024 dengan melibatkan 400 responden, Mantan Wali Kota Malang Mochamad Anton, yang akrab disapa Abah Anton, mendominasi sebagai kandidat calon wali kota dengan elektabilitas tertinggi.

Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95%, dan menunjukkan bahwa kesadaran warga tentang pelaksanaan pemilihan langsung cukup tinggi, mencapai 43.5%. Dalam simulasi Top Of Mind, Mochamad Anton mencatatkan 20.6% dukungan tertinggi, sedangkan 62.9% responden masih belum menentukan pilihan.

Dalam simulasi semi terbuka dengan 28 nama, Mochamad Anton tetap mendominasi dengan 41.2% dukungan, diikuti oleh Heri Cahyono (11.5%), Sutiaji (7.6%), dan Wahyu Hidayat (6.8%). Moreno Soeprapto hanya memperoleh 0.9% dukungan dalam simulasi ini, sementara 13.1% responden belum memutuskan pilihannya.

LSI juga menyoroti pentingnya popularitas dan citra positif dalam politik elektoral, dengan Mochamad Anton menjadi yang paling populer (85.3%), diikuti Sutiaji (81.8%) dan Kris Dayanti (80.6%). Sementara itu, popularitas Moreno Soeprapto masih di bawah 65%, dengan tingkat kedisukaan sebesar 40.3% dan tingkat disukai 52.3% dari mereka yang mengenalnya.

LSI menyarankan bahwa calon yang akan berhasil sebagai Wali Kota Malang harus mampu menjangkau sebanyak mungkin pemilih dalam waktu yang tersisa lima bulan ke depan. Mereka juga menekankan pentingnya alat peraga dan kegiatan sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan popularitas di kalangan pemilih.

Dengan demikian, para bakal calon Wali Kota Malang diharapkan untuk segera meningkatkan kampanye mereka, termasuk dengan mengunjungi pemilih, membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, dan memperkuat jaringan sosial untuk mendukung program dan tiket pencalonan mereka.

Masih banyak masyarakat yang menghendaki Mochamad Anton untuk maju kembali, salah satunya Sutiyah, ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penjual makanan tradisonal, di daerah Muharto, Kedungkandang, mengaku berkesan dengan gaya kepemimpinan mantan walikota yang akrab disapa Abah Anton itu, yang kerap blusukan menyapa masyarakat.

“Kulo nggih setuju Abah, mbiyen wes dibudalno jiarah wali, wonge yo seneng blusukan (saya setuju Abah, dulu pernah diberangkatkan jiarah wali, orangnya juga senang mengunjungi masyarakat),” ucap Sutiyah. (ram)

Related Articles

Back to top button