Perhutani KPH Malang Perkuat Riset Ilmiah untuk Jaga Keanekaragaman Hayati Pesisir Regent
MALANGSATU – Komitmen menjaga keanekaragaman hayati terus diperkuat melalui berbagai pendekatan ilmiah di kawasan hutan pesisir Pantai Regent, Kabupaten Malang. Dalam sebuah kegiatan riset terbaru, Kepala Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem berbasis data untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kelik menyampaikan bahwa kawasan pesisir memiliki karakteristik unik yang menjadikannya sebagai habitat penting bagi berbagai spesies flora dan fauna, sekaligus berperan sebagai benteng alami terhadap abrasi dan perubahan iklim.Komitmen menjaga keanekaragaman hayati terus diperkuat melalui berbagai pendekatan ilmiah di kawasan hutan pesisir Pantai Regent, Kabupaten Malang. Dalam sebuah kegiatan riset terbaru, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem berbasis data untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa kawasan pesisir memiliki karakteristik unik yang menjadikannya sebagai habitat penting bagi berbagai spesies flora dan fauna, sekaligus berperan sebagai benteng alami terhadap abrasi dan perubahan iklim.Menurutnya, riset yang dilakukan di kawasan ini melibatkan inventarisasi spesies, analisis tutupan vegetasi, serta pemantauan dinamika populasi satwa yang hidup di dalamnya. “Pendekatan ilmiah menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pengelolaan hutan yang adaptif. Data yang kami kumpulkan tidak hanya menggambarkan kondisi terkini, tetapi juga menjadi dasar dalam memitigasi potensi kerusakan lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hutan pesisir seperti di Pantai Regent memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem laut dan darat sekaligus.Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi keberadaan spesies endemik serta vegetasi khas pesisir seperti cemara laut dan beberapa jenis mangrove yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami.
Selain itu, kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai jenis burung, reptil, dan biota kecil yang berkontribusi pada rantai makanan ekosistem pesisir. Hasil awal riset menunjukkan bahwa tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim mulai memengaruhi keseimbangan ekosistem, sehingga diperlukan langkah konservasi yang lebih terintegrasi.Perhutani KPH Malang berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan akademisi, komunitas lingkungan, serta masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Edukasi berbasis konservasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keanekaragaman hayati. Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, diharapkan hutan pesisir Pantai Regent dapat tetap menjadi ekosistem yang produktif sekaligus lestari bagi generasi mendatang.Menurut Kelik, riset yang dilakukan di kawasan ini melibatkan inventarisasi spesies, analisis tutupan vegetasi, serta pemantauan dinamika populasi satwa yang hidup di dalamnya. “Pendekatan ilmiah menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pengelolaan hutan yang adaptif. Data yang kami kumpulkan tidak hanya menggambarkan kondisi terkini, tetapi juga menjadi dasar dalam memitigasi potensi kerusakan lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hutan pesisir seperti di Pantai Regent memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem laut dan darat sekaligus.Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi keberadaan spesies endemik serta vegetasi khas pesisir seperti cemara laut dan beberapa jenis mangrove yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami. Selain itu, kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai jenis burung, reptil, dan biota kecil yang berkontribusi pada rantai makanan ekosistem pesisir. Hasil awal riset menunjukkan bahwa tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim mulai memengaruhi keseimbangan ekosistem, sehingga diperlukan langkah konservasi yang lebih terintegrasi.
Perhutani KPH Malang berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan akademisi, komunitas lingkungan, serta masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian kawasan tersebut. Edukasi berbasis konservasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keanekaragaman hayati. Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, diharapkan hutan pesisir Pantai Regent dapat tetap menjadi ekosistem yang produktif sekaligus lestari bagi generasi mendatang. (rul)




