Dari Gelap Menuju Terang: Transformasi PJU Surya dan Pelatihan Energi Terbarukan di Dusun Tumpangrejo
MALANG – Malam itu, langit Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep, Kabupaten Malang, tampak berbeda dari biasanya. Jalan yang selama bertahun-tahun tenggelam dalam gelap kini perlahan terang oleh cahaya hangat dari lampu penerangan jalan berbasis tenaga surya. Anak-anak yang pulang dari musholla dapat berjalan sambil bercanda tanpa membawa senter. Pengendara motor tidak lagi harus menunduk mencari arah jalan. Beberapa warga bahkan berkomentar pelan, “Wah, terang rek.”
Perubahan ini merupakan hasil rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Malang (Unisma). Selain memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya, tim juga memberikan diklat panel surya kepada Karang Taruna agar warga muda dapat memahami dan merawat teknologi energi terbarukan secara mandiri.
Dusun Tumpangrejo: Wilayah Sunyi di Lereng Perbukitan
Tumpangrejo merupakan dusun di wilayah perbukitan dengan akses yang cukup menantang. Jalan menuju lokasi menanjak, melewati kebun-kebun warga, tikungan sempit, dan turunan tajam yang menghadap lembah. Pada siang hari, suasananya asri, namun ketika malam tiba, wilayah ini berubah drastis: sunyi dan gelap karena minimnya penerangan.Kondisi geografis membuat jaringan listrik PLN sulit menjangkau seluruh jalur dusun.Warga sebenarnya telah mengajukan pemasangan PJU berbasis jaringan listrik, namun keterbatasan biaya dan akses menjadi kendala utama. Karena itu, ketika tim Teknik Elektro Unisma menawarkan konsep PJU tenaga surya, warga menyambut dengan antusias meskipun sebagian belum memahami cara kerjanya.
Survei Lapangan: Menentukan Titik Optimal di Medan Berbukit
Survei lapangan dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Bambang Minto B., bekerja sama dengan perangkat desa serta Karang Taruna. Mereka menyusuri jalur dusun dengan membawa alat ukur intensitas cahaya matahari, kompas, dan drone untuk melihat topografi dari udara.
Di daerah perbukitan, penentuan titik pemasangan panel surya harus sangat presisi. Kesalahan sudut pemasangan dapat menurunkan efisiensi energi secara signifikan. Selain itu, bayangan pepohonan menjadi tantangan tersendiri sebatang cabang saja dapat menurunkan output panel hingga 20–30 persen. Karena itu, beberapa titik rencana pemasangan dipindahkan setelah ditemukan durasi penyinaran matahari yang kurang stabil.Teknologi PIDPJU yang dipasang bukan sekadar sistem panel surya biasa. Teknologi ini dilengkapi kontrol PID (Proportional–Integral–Derivative) yang berfungsi mengatur suplai daya secara otomatis sesuai kondisi cuaca.
Hari Instalasi: Gotong Royong antara Tim Unisma dan Warga
Hari pemasangan menjadi momen penuh kebersamaan. Sejak pagi, para pemuda Karang Taruna telah bersiap membawa peralatan seperti tangga dan perkakas instalasi. Proses pemasangan dilakukan bertahap, mulai dari menegakkan tiang, membuat pondasi beton, merakit panel dan baterai, menata kabel, memasang lampu LED, hingga uji tegangan.Suasana keakraban sangat terasa. Para ibu menyiapkan hidangan dan sesekali memanggil tim untuk beristirahat sejenak. Tidak ada jarak antara akademisi dan masyarakat; semua bekerja bersama dengan semangat gotong royong.
Karang Taruna: Penjaga Keberlanjutan Program
Setelah mendapatkan pemahaman teknis dasar, Karang Taruna membentuk Tim Pemelihara PJU Surya. Mereka menyusun jadwal piket pengecekan panel setiap dua minggu secara mandiri. Langkah ini mendapat apresiasi dari Tim Unisma karena keberlanjutan teknologi energi terbarukan di desa sangat bergantung pada keterlibatan warga muda.
Dampak Langsung: Dusun yang Kini Lebih Aman dan Nyaman
Sejak PJU surya mulai menyala setiap malam, warga Tumpangrejo langsung merasakan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Jalur turunan yang sebelumnya gelap dan mengkhawatirkan kini jauh lebih aman dilalui, terutama bagi pengendara motor. Warga yang pulang kerja saat malam hari pun merasa lebih tenang, tak lagi harus waswas menapaki jalan yang dulu nyaris tak terlihat.Aktivitas menuju musholla juga menjadi jauh lebih nyaman. Anak-anak dan orang dewasa bisa berjalan dengan lebih leluasa karena area sekitar kini terang oleh cahaya lampu. Kelompok ronda pun mendapat manfaat langsung. Dengan pencahayaan yang lebih baik, mereka dapat memantau kondisi lingkungan secara lebih efektif.Melihat manfaat yang begitu nyata, beberapa warga mulai berharap teknologi panel surya ini dapat dikembangkan lebih jauh, tidak hanya untuk penerangan jalan, tetapi juga untuk kebutuhan irigasi atau fasilitas umum lainnya di masa mendatang.
Langkah Menuju Desa Mandiri Energi
Bagi Program Studi Teknik Elektro Unisma, keberhasilan ini bukan sekadar capaian satu kegiatan, melainkan bagian dari langkah panjang mewujudkan Desa Mandiri Energi. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pengelola yang memahami cara kerja dan perawatannya.Untuk mendukung tujuan tersebut, tim berkomitmen melakukan pemantauan berkala dan memberikan pelatihan lanjutan. Program serupa juga direncanakan diperluas ke dusun-dusun lain yang memiliki kondisi dan kebutuhan serupa. (*)



