Kepung Kantor Bupati Sudewo, Eskalasi Demonstran Terus Meningkat
PATI – Suhu politik di Kabupaten Pati kian memanas. Ribuan warga dari berbagai kecamatan mulai memadati kawasan Alun-Alun dan Pendopo Kabupaten sejak Selasa malam (12/8), untuk mempersiapkan aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.
Pantauan di lokasi, massa datang menggunakan kendaraan pribadi, truk, hingga rombongan pejalan kaki. Hingga malam, diperkirakan sekitar 5.000 orang telah berkumpul. Suasana penuh semangat terlihat dengan hadirnya logistik berupa dus-dus air mineral, makanan ringan, dan pisang yang disiapkan warga sebagai bekal aksi.
Persiapan Aksi Skala Besar
Di sekitar alun-alun, sejumlah spanduk dan baliho terpampang mencolok. Tulisannya tegas: “KPK Usut Tuntas” dan “Pak Presiden Prabowo Pecat Bupati Sudewo”. Menurut Teguh Istiyanto, koordinator donasi, logistik yang terkumpul akan dibagikan ke berbagai titik aksi. Panitia juga telah menyiapkan posko evakuasi dan dapur umum.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap beberapa kebijakan pemerintah daerah, di antaranya penerapan sistem lima hari sekolah, penggabungan (regruping) sekolah, hingga pemutusan hubungan kerja guru honorer dan eks-karyawan RSUD RAA Soewondo. Para koordinator aksi mengklaim, jumlah massa besok bisa mencapai 100 ribu orang.
Bupati Sudewo Membantah Isu
Di tengah memanasnya situasi, Bupati Sudewo menanggapi isu yang beredar bahwa ia akan berangkat umrah saat aksi berlangsung.
“Itu tidak benar. Pada 17 Agustus nanti saya akan menjadi inspektur upacara HUT ke-80 RI. Jadi mustahil saya ke luar negeri sekarang,” tegasnya.
Sudewo menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk membentuk opini negatif dan memecah kepercayaan publik terhadap dirinya. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Dini Hari Semakin Ramai
Menjelang hari aksi, suasana di pusat kota Pati terpantau semakin ramai. Tenda-tenda kecil mulai berdiri, relawan sibuk membagikan konsumsi, dan kendaraan pengangkut massa terus berdatangan. Aparat kepolisian dan TNI juga terlihat berjaga di sejumlah titik strategis.
Besok, Kabupaten Pati diprediksi akan menjadi pusat perhatian publik, dengan sorotan tajam mengarah pada skala massa, tuntutan yang disuarakan, dan respon pemerintah daerah terhadap gelombang protes ini.(did)




