Patroli Sampah Gunung Bokong, Langkah Tegas Perhutani Jaga Hutan Tetap Bersih
BATU – Upaya menjaga kelestarian alam terus digencarkan oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang. Bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Manajemen Tiket Pendakian, mereka menggelar kegiatan Patroli Sampah di jalur pendakian Gunung Bokong, Kota Batu, pada Sabtu (2/8/2025).
Pendataan Sampah Sejak Pos Pertama
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendisiplinkan para pendaki agar tidak meninggalkan sampah sembarangan di sepanjang jalur pendakian. Di Pos Satu, setiap pengunjung diwajibkan mengikuti proses pendataan perbekalan yang akan dibawa ke puncak gunung.
Pendataan dilakukan secara rinci oleh Manajemen Tiket Pendakian, mulai dari jumlah makanan, minuman, hingga perlengkapan sekali pakai.

“Semua sampah sisa perbekalan wajib dibawa kembali turun dan dilaporkan di pos utama. Jika ada yang tertinggal, akan ada sanksi bagi pendaki,” tegas Hario Laskito Ardi, Founder Tiket Pendakian.
Sanksi Unik untuk Pendaki Nakal
Hario menjelaskan, sanksi diberikan kepada pendaki yang meninggalkan sampah di jalur dengan mewajibkan mereka membeli trash bag sesuai jumlah sampah yang tertinggal, dikalikan jumlah anggota dalam tim pendaki tersebut.
“Kalau dalam satu rombongan ada 7 pendaki, dan ditemukan 3 sampah tertinggal, maka 3 trash bag dikalikan 7. Jadi, 21 trash bag harus dibeli dan diserahkan kepada petugas loket,” imbuh Hario.

Kepala KPH Perhutani Malang Turun Langsung
Kepala Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, terjun langsung dalam kegiatan Patroli Sampah. Ia mengapresiasi langkah tegas Manajemen Tiket Pendakian dalam menerapkan aturan pendataan sampah secara konsisten kepada seluruh pendaki tanpa pandang bulu.
“Saya sengaja datang langsung ke lokasi, bahkan siap naik ke puncak, untuk melihat ketertiban para pendaki dalam menjaga kebersihan,” tegas Kelik kepada malangsatu.com.
Komitmen Jaga Kebersihan Jalur Pendakian
Lebih lanjut, pejabat yang dikenal gemar melakukan inspeksi mendadak ini menyatakan bahwa keberadaan Manajemen Tiket Pendakian sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendakian. Termasuk dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan keasrian jalur.
“Seluruh proses pendakian sudah diatur secara online, termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mewajibkan pendaki ikut menjaga konservasi lingkungan di jalur pendakian,” ujarnya.

Ajak Pendaki Bersih-Bersih di Pos 2
Dalam kesempatan itu, Kelik juga mengajak para pendaki yang sedang beristirahat di Pos 2 Gunung Bokong untuk ikut serta membersihkan sampah di sekitarnya sebagai bentuk aksi nyata menjaga lingkungan.(dim)




