newsPendidikan

Seribu Bibit Ditanam di Pujon Hills, Perhutani dan UMM Perkuat Konservasi Hutan

MALANG – Upaya menjaga kelestarian hutan terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Perum Perhutani KPH Malang bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pujon Hills KHDTK UMM, Kabupaten Malang, Minggu (30/11/2025).

Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit yang ditanam terdiri dari jenis saninten (Castanopsis argentea), keruing (Dipterocarpus sp.), dan eukaliptus (Eucalyptus sp.). Ketiga jenis tanaman itu dipilih karena memiliki nilai konservasi tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.Aksi penghijauan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Perhutani KPH Malang, unsur pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, sivitas akademika UMM, hingga mahasiswa dan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Administratur/KKPH Malang Kelik Djatmiko, Kepala UPT Perbenihan Tanaman Hutan Agustiningtyas Marini, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Malang, Wakil Rektor IV UMM Muhammad Salis Yuniardi, Dekan Fakultas Pertanian–Peternakan UMM Prof. Warkoyo, serta unsur Forkopimcam Pujon.Kepala UPT Perbenihan Tanaman Hutan, Agustiningtyas Marini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan hutan di masa depan.“Penanaman ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam semangat bersama untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari dan berkelanjutan,” ujarnya.Senada dengan itu, Dekan FPP UMM Prof. Warkoyo menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penghijauan memiliki nilai strategis, baik untuk pembentukan karakter maupun penguatan aspek akademik berbasis konservasi.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga langsung terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Ini penting untuk membentuk kepedulian sejak dini,” katanya.Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko menegaskan komitmen Perhutani untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengelolaan hutan lestari.

“Kami ingin memastikan hutan tetap menjadi sumber kehidupan, baik dari aspek ekologi, ekonomi, maupun sosial bagi masyarakat,” tegas Kelik.Melalui momentum HMPI ini, sinergi antara Perhutani, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta masyarakat kian diperkuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Kawasan KHDTK Pujon Hills diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan hutan berbasis kolaborasi yang berkelanjutan. (ram)

Related Articles

Back to top button