
SURABAYA – Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat perkembangan musik klasik nasional. Pada tahun 2025, Kota Pahlawan berhasil mencatatkan rekor sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam ajang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+), kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia saat ini.
Dari total 578 peserta yang berasal dari Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan, Surabaya menyumbang 83 peserta, sekaligus menjadi kota dengan tingkat kelolosan tertinggi ke babak final. Sebanyak 57 peserta Surabaya atau sekitar 68 persen berhasil menembus final—angka yang dinilai mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan musik klasik di kota ini.
Kata “Plus” dalam KPN+, yang mulai digunakan sejak 2024, menandai perluasan kategori lomba yang tak lagi terbatas pada piano. Vokalis klasik serta pemain instrumen gesek kini turut ambil bagian. Hal ini disambut antusias, termasuk oleh para musisi muda dari Surabaya yang tampil di berbagai kategori.Pendiri KPN+, Ananda Sukarlan, turut menyoroti kualitas peserta vokal klasik Jawa Timur yang dinilainya tak hanya unggul secara teknis, tetapi juga matang dalam pemilihan repertoar.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada Faustina Sherenita Prajnadewi dari Malang dan Jason Suryaatmaja yang meraih prestasi di kategori tembang puitik.“Pilihan mereka terhadap puisi-puisi karya sastrawan Jawa Timur menunjukkan kedewasaan musikal sekaligus solidaritas lintas disiplin seni. Ini membuktikan bahwa pemusik hebat tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga berwawasan dan berkarakter,” ujar Ananda.
Faustina meraih Juara II kategori Junior, sementara Jason keluar sebagai Juara I kategori Senior. Ananda menegaskan, absennya Juara I di kategori Junior mencerminkan ketatnya standar penilaian yang diterapkan dewan juri.Meski Surabaya tercatat sebagai kota dengan peserta terbanyak, Ananda menjelaskan bahwa secara keseluruhan wilayah Jabodetabek sebenarnya masih mendominasi dengan total sekitar 140 peserta, yang dibagi dalam tiga lokasi penyelenggaraan, yakni Tangerang, Bekasi, dan Jakarta.Menariknya, daerah yang musik klasiknya relatif belum populer justru menunjukkan antusiasme tinggi. Lampung mengirim 57 peserta, sementara Pontianak 51 peserta pada debutnya tahun ini. “Harapannya, geliat ini terus meningkat dan tidak sekadar euforia sesaat,” tandas Ananda.
Di Surabaya, Ananda juga didampingi oleh juri tamu internasional, Dr. Kevin Raharjo, Doctor of Music dari University of Miami. Kehadiran juri berkelas dunia ini semakin menguatkan reputasi KPN+ sebagai ajang kompetisi bergengsi.Setelah Surabaya, rangkaian KPN+ berlanjut ke Yogyakarta pada 29 November, dilanjutkan konser Ananda Sukarlan di Sagan Heritage Hotel keesokan harinya. Konser tersebut akan menampilkan pemenang kategori biola dari Surabaya dan Yogyakarta, serta kolaborasi dengan pianis asal Ukraina, Dr. Taras Filenko. Sementara pemenang tembang puitik, termasuk Jason Suryaatmaja dan Cindy Honanta, dijadwalkan tampil di konser Jakarta pada 5 Desember.Adapun para juara dari Region Surabaya akan melaju ke babak nasional di Jakarta pada 13–14 Desember. Mereka berasal dari berbagai kategori usia dan instrumen, mulai usia dini hingga lanjutan, termasuk piano, biola, cello, dan vokal klasik.
Capaian ini sekaligus mempertegas peran Surabaya sebagai salah satu barometer utama musik klasik Indonesia, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Antusiasme peserta muda yang terus meningkat menjadi sinyal optimistis bagi masa depan musik klasik Tanah Air. (did)




