newsPeristiwa

Gotong Royong Warga Tengger Evakuasi Truk Masuk Jurang di Jalur Bromo

PASURUAN — Nilai kebersamaan masyarakat Tengger kembali terlihat saat bencana longsor melanda jalur menuju kawasan Bromo. Puluhan warga Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, bahu-membahu mengevakuasi sebuah truk yang terperosok ke jurang akibat longsor, Selasa (3/3/2026).

Peristiwa bermula pada Senin sore (2/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, ketika hujan deras mengguyur kawasan perbukitan Tosari–Tutur. Tebing di sisi jalan runtuh dan material tanah menutup badan jalan, menyeret tiga kendaraan yang tengah melintas. Salah satunya adalah truk yang jatuh ke area perkebunan dengan kedalaman sekitar 40 meter.Tanpa menunggu komando, warga Tengger langsung turun ke lokasi membawa tali tambang dan peralatan seadanya. Dengan teknik manual, mereka menarik badan truk secara bertahap dari dasar jurang yang curam dan licin. Proses ini berlangsung penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah yang masih labil.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan evakuasi dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, dan perangkat desa.“Penanganan kami fokus pada dua hal, pembersihan material longsor dan evakuasi kendaraan. Peran warga sangat membantu karena medan cukup sulit,” ujarnya.

Sugeng memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, lima orang mengalami luka-luka, dengan rincian dua korban luka berat dan tiga lainnya luka ringan, yang seluruhnya telah mendapat penanganan medis.Evakuasi truk menjadi pekerjaan paling menantang karena lokasi longsor berada di tikungan tajam dengan kemiringan ekstrem.

Untuk menghindari risiko tambahan, BPBD belum mengerahkan alat berat ke titik terdampak dan masih menunggu dukungan mobil derek dari luar daerah.Hingga Selasa siang, jalur Tosari–Tutur belum dapat dilalui kendaraan umum. Sebagian badan jalan digunakan sebagai area evakuasi dan parkir peralatan. BPBD mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada, mengingat berdasarkan informasi BMKG, potensi cuaca ekstrem di wilayah Pasuruan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.Gotong royong warga Tengger dalam peristiwa ini kembali menunjukkan kuatnya solidaritas sosial masyarakat lereng Bromo saat menghadapi bencana alam. (ris)

Related Articles

Back to top button