news

Asah Naluri Pelacak di Alam Liar, Unit K9 SAR Berlatih di Hutan Bedengan Malang

MALANG — Kemampuan anjing pelacak (K9) dalam operasi pencarian dan pertolongan terus diasah melalui latihan intensif di medan alam terbuka. Puluhan handler dan unit anjing pelacak dari berbagai instansi mengikuti Pelatihan Peningkatan Kemampuan K9 Jungle & Mountain SAR yang digelar pada 3–5 Maret 2026 di kawasan Bumi Perkemahan Bedengan, Kabupaten Malang.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh SAR DOG Jawa Timur bersama K9 Satelit DTC dengan melibatkan sejumlah unit K9 dari berbagai daerah. Di antaranya tim Brigade Anjing POM AU Abdurahman Saleh serta unit K9 dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang.

Latihan digelar di kawasan hutan dan perbukitan Bedengan yang dikenal memiliki kontur medan menantang, mulai dari jalur hutan rapat hingga area perbukitan yang curam. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk melatih naluri pencarian anjing pelacak dalam situasi yang mendekati kondisi operasi sebenarnya.Penanggung jawab program pelatihan, Gagah BP, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan meningkatkan kemampuan teknis antara anjing pelacak dan handler atau pawangnya.

“Pelatihan ini kami fokuskan pada kemampuan K9 menghadapi medan hutan dan pegunungan. Jadi bukan hanya anjingnya yang dilatih, tetapi juga handlernya agar mampu membaca perilaku anjing dan mengelola pencarian di medan yang sulit,” ujar Gagah.

Menurutnya, materi pelatihan meliputi teknik pencarian korban hilang, pelacakan jejak manusia atau mantrailing, navigasi di alam terbuka, hingga simulasi operasi SAR dengan skenario yang menyerupai kondisi darurat sebenarnya.

“Dalam simulasi, kami membuat situasi seolah-olah ada orang hilang di hutan. Tim K9 harus menelusuri jejak, membaca arah pergerakan, hingga menemukan titik terakhir keberadaan korban,” jelasnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan bersama ini juga menjadi wadah kolaborasi antarunit K9 dari berbagai instansi. Para peserta dapat bertukar pengalaman terkait teknik pelatihan, pola kerja anjing pelacak, hingga koordinasi saat operasi pencarian.

Sementara itu, Koordinator K9 Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang, Robin Malano, menyebutkan bahwa keberadaan unit K9 di instansinya menjadi salah satu kekuatan tambahan dalam penanganan situasi darurat.

“Tidak semua pemerintah daerah memiliki unit K9. Di Kota Semarang, kami membentuk unit ini untuk mendukung berbagai kebutuhan, terutama dalam kondisi darurat seperti pencarian korban bencana atau orang hilang,” kata Robin.

Ia menambahkan, melalui pelatihan lintas instansi seperti ini, kemampuan tim K9 diharapkan semakin terstandarisasi dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.

“Dengan latihan bersama seperti ini, koordinasi antarunit akan lebih mudah saat terjadi operasi pencarian yang melibatkan banyak tim,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta berharap kemampuan anjing pelacak Indonesia semakin terasah, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal dalam operasi pencarian korban bencana, orang hilang di hutan, maupun situasi darurat lainnya di berbagai wilayah. (dz)

Related Articles

Back to top button