Perhutani KPH Malang Perkuat Pengamanan Hutan Pesisir Selatan
MALANG – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang terus memperkuat pengamanan kawasan hutan, khususnya di wilayah hutan pesisir selatan Kabupaten Malang. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan intensitas patroli yang dilaksanakan oleh jajaran Polisi Hutan (Polhut), terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pengamanan difokuskan di sejumlah kawasan hutan pesisir yang rawan aktivitas ilegal, di antaranya jalur hutan yang membentang dari Pantai Bajul Mati hingga Pantai Regent. Kawasan ini merupakan bagian dari wilayah kelola Perhutani yang memiliki ekosistem hutan pesisir serta potensi keanekaragaman hayati yang perlu dijaga kelestariannya.
Patroli hutan dilakukan secara rutin oleh Polhut dengan berbagai metode pengamanan lapangan. Dalam pelaksanaannya, tim patroli biasanya dibagi dalam beberapa regu yang menyusuri jalur-jalur hutan yang dinilai rawan terjadi pelanggaran. Petugas melakukan pemantauan baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan operasional untuk menjangkau area yang lebih luas.

Selain menyusuri jalur hutan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas masyarakat yang berada di kawasan hutan, memastikan tidak ada kegiatan ilegal seperti pembalakan liar, pencurian hasil hutan, maupun penyelundupan kayu.
Polhut juga memantau titik-titik strategis seperti akses keluar-masuk kawasan hutan, jalur angkutan hasil hutan, serta lokasi yang sebelumnya pernah ditemukan pelanggaran. Dalam patroli tersebut, petugas turut melakukan pengamatan terhadap kondisi tegakan pohon, mengecek kemungkinan adanya pohon yang ditebang secara ilegal, serta mencatat setiap indikasi kerusakan hutan yang ditemukan di lapangan. Jika ditemukan tanda-tanda aktivitas mencurigakan seperti bekas tebangan baru, jalur pengangkutan kayu, atau jejak kendaraan, tim patroli akan melakukan penelusuran lebih lanjut.
Wakil Kepala Perhutani Wilayah Timur KPH Malang, Warno Setyobudi, mengatakan bahwa kegiatan patroli hutan sebenarnya telah menjadi agenda rutin yang dijalankan oleh jajaran Polisi Hutan Perhutani.
“Polisi Hutan sudah memiliki agenda rutin patroli untuk memantau kondisi kawasan hutan. Namun menjelang Idul Fitri, intensitas patroli kami tingkatkan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran yang biasanya meningkat,” ujar Warno.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Polhut di lapangan sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan. Dalam beberapa kesempatan, petugas juga berhasil menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan perusakan kawasan hutan.
“Beberapa kali Polhut berhasil menindak pelaku pengerusakan hutan. Ini menunjukkan bahwa pengawasan di lapangan terus berjalan dan kami tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang merugikan kelestarian hutan,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan patroli ini juga merupakan bagian dari upaya preventif untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan kehutanan sekaligus memastikan kawasan hutan tetap terjaga. (ris)




