Lawan Keterbatasan, Puluhan Tuna Netra Ikuti Lomba Baca Qur’an

MALANGSATU.COM – Puluhan tuna netra di Kota Malang, Jawa Timur, menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mengikuti lomba baca Al Quran Braille dan Tadarus selama bulan suci Ramadhan.
Acara ini digelar di Masjid An-Nur, yang terletak di Kompleks Rehabilitasi Sosial Bina Netra Kota Malang. Setiap sore, setelah salat Ashar, para peserta yang berasal dari berbagai wilayah Jawa Timur berkumpul untuk mengikuti acara tadarusan dan mengkaji Al Quran dengan menggunakan metode Braille.
Menurut Takmir Masjid An-Nur, Muhammad Chafied, lomba ini sudah menjadi tradisi tahunan saat bulan Ramadhan. Tujuannya untuk memotivasi dan memantik semangat kompetitif di kalangan tuna netra, agar mereka dapat terus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengaji, baik dalam bentuk tadarusan maupun murottal.
Sebelum lomba, peserta disiapkan terlebih dahulu untuk penguasaan membacanya, yang jelas berbeda dengan metode pembelajaran baca Al Qur’an pada umumnya. “Berbeda dengan pembelajaran Al Quran pada umumnya, Braille diajarkan secara individu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Chafied menambahkan bahwa untuk melihat perkembangan yang signifikan, metode pembelajaran yang diterapkan menggunakan pendekatan yang bersifat individu, supaya dapat mengoreksi bacaan dan pelafalan masing – masing peserta dengan teliti sesuai dengan tajwid yang benar.
Sementara itu, salah satu peserta lomba asal Nganjuk, Devi Vina Arianti mengungkapkan tantangan dalam mempelajari Al Quran Braille. “Saya kesulitan membedakan harokat, sampai sekarang baru bisa membedakan antara Juz 30 dan Juz 29,” kata Devi.
Baginya, proses belajar membaca Al Quran Braille memerlukan waktu dan kesabaran yang ekstra.
Lomba ini dimulai dengan taawudz yang kemudian disambung dengan tadarusan bacaan ayat-ayat Al Quran menggunakan Al Quran Braille. Meski tampak sederhana, banyak peserta yang mengaku membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk bisa lancar dan fasih membaca Al Quran Braille, mengingat tantangan yang ada dalam membedakan penulisan tajwid dan harokat setiap huruf.
Selain mendapatkan hadiah, pemenang lomba ini akan berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat provinsi hingga tingkat nasional, memberikan kesempatan lebih besar bagi mereka untuk terus mengembangkan diri dalam membaca dan mengkaji Al Quran.(ram)




