Perhutani KPH Malang Gencarkan Wisata Edukasi, Komunitas Pajero Antusias Rencanakan Jelajah Alam
MALANG – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang terus menggaungkan explorasi wisata alam berbasis edukasi. Senin (11/8), Kepala Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, turun langsung memberikan sosialisasi kepada Komunitas Pajero Indonesia One.
Dalam pemaparannya, Kelik menegaskan bahwa wisata alam tak kalah memikat dibanding wisata modern. Apalagi, banyak kawasan di bawah pengelolaan Perhutani yang bisa dijadikan spot wisata edukasi.
“Perhutani memiliki wisata edukasi yang cocok menjadi alternatif liburan sambil belajar, seperti konservasi penyu dan sorkeling,” ujar Kelik.
Ia menjelaskan, konservasi penyu berada di kawasan Pantai Bajul Mati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, sementara itu Pantai Banyu Meneng, Kecamatan Bantur, bisa menjadi spot untuk snorkeling, yaitu kegiatan rekreasi yang dilakukan dengan cara mengapung di permukaan air (laut, danau, atau kolam) sambil mengamati pemandangan bawah laut.

Bagi Kelik, menikmati alam harus sejalan dengan menjaga alam. “Monggo di explore semaksimal mungkin, bisa dimanfaatkan untuk wisata sekaligus belajar,” ucapnya.
Kepala Sub Seksi Agroforestry dan Ekowisata KPH Malang, Dwi Susilowardani, menjelaskan bahwa Perhutani sudah berkolaborasi dengan Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) dan BKSDA.
Kelestarian dan kebersihan lingkungan di kawasan BSTC dijaga ketat, sebagai salah satu daya dukung menjaga kelestarian ekosistem penyu. Wisatawan dan warga dilarang keras untuk membuang sampah sembarangan, terutama sampah non-organik.
Tidak hanya itu, BSTC juga menyiapkan Trekking Edukasi, yaitu fasilitas jalur tracking pendek untuk mengenalkan jenis vegetasi pantai, habitat penyu, serta pentingnya kawasan hutan pesisir dalam menjaga abrasi dan iklim mikro di sekitar pantai.
BSTC juga menyediakan peralatan sederhana untuk pengamatan biota laut, jenis pasir, hingga dokumentasi proses konservasi.

“Secara umum, kami menilai tempat ini adalah lokasi yang nyaman untuk berwisata dan belajar, tidak kalah menarik dengan tempat wisata modern yang tiketnya jauh lebih mahal ketimbang mengikuti program konservasi penyu,” ucap Dwi.
Potensi Wisata di Wilayah Utara
Sementara itu, Wakil Administratur ADM KPH Malang, Soekirno, memaparkan potensi wisata di wilayah Utara Perhutani KPH Malang yang meliputi Singosari, Lawang, dan Karangploso. Kawasan ini menawarkan wisata air terjun, sumber mata air, situs sejarah purbakala, hingga kuliner khas.
Komunitas Pajero Siap Jelajah Alam
Ketua Komunitas Pajero Indonesia One, Muhammad Mudhofar, mengaku terkesan dengan potensi alam yang dikelola Perhutani. Setelah melihat video dokumentasi konservasi penyu, flora, dan fauna di pesisir selatan Malang, pihaknya langsung berencana membuat rute touring jelajah alam.
“Kami sudah pernah ke Bajul Mati dan Kondang Merak, tapi belum tahu ada pelepasan penyu dan pengamatan burung. Terima kasih sudah mengedukasi kami. Dalam waktu dekat akan diagendakan ke sana,” ungkap pria yang akrab disapa Dofar itu.

Selain itu, komunitasnya juga berencana mengeksplorasi wilayah barat Malang, mengunjungi destinasi sejarah, air terjun, dan kuliner di Singosari, Lawang, dan Karangploso.
Dengan sinergi antara Perhutani dan komunitas pecinta otomotif, diharapkan wisata konservasi semakin dikenal luas dan mampu menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.(rul)




