Politik

Santai Meski Gagal Nyaleg, Faiz Wildan Tetap Memberi Layanan Bekam Gratis

MALANGSATU – Tidak seperti beberapa calon legislatif lainnya, yang diketahui mengalami stres, bahkan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Faiz Wildan tetap santai, dan dapat menikmati ibadah bulan ramadhan dengan khidmat bersama keluarga, dan beberapa tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Saat MALANGSATU bertemu pada Senin (25/3), di Masjid Sehati, Griya NKRI, Landungsari, Dau, Faiz Wildan terlihat serius memberikan layanan bekam gratis.

Layanan itu biasanya dilakukan setelah shalat tarawih, di teras masjid. Beberapa pasien adalah warga Griya NKRI, sahabat kuliah dan masyarakat umum yang membutuhkan bekam.
Biasanya, sebagian besar pasien mengeluhkan sakit kepala dan asam urat.

Pria yang akrab dipanggil Wildan ini tidak memungut biaya sepeser pun untuk mendapatkan layanan jasa bekam. Menurutnya, praktek bekam sudah dilakukan sebelum dirinya mendapat perintah partai untuk maju sebagai calon legislatif.

“Senang bisa membantu orang lain, jadi kalau ndak punya dana ya ndak apa-apa ke sini,” ucapnya, sambil menarik tabung bekam yang melekat di punggung pasien.

“Dari dulu saya sudah seperti ini, bekam juga bukan kegiatan musiman pas jelang pemilu saja,” imbuh pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Jasa Yasa, yaitu unit Badan Usaha Milik Daerah, Pemkab Malang, periode 2016 – 2021.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa bekam adalah pengobatan sunnah Rasulullah, yang bertujuan menjaga kesehatan holistik pasien.

“Tujuannya menjaga kesehatan holistik, idealnya satu orang dalam satu keluarga memiliki keahlian bekam, dan mengetahui jenis obat herbal, jangan tergantung dengan obat farmasi,” imbuhnya.

MALANGSATU sempat bertanya, kegiatan apa selain memberikan layanan bekam, yang akan dilakukan setelah KPU menyatakan dirinya tidak lolos menjadi anggota legislatif tingkat provinsi ?

“Saya tetap berjuang di partai, saya juga mendapat amanah keluarga mengasuh pondok pesantren dan yatim piatu,” ucapnya.

Selain sebagai politikus, Wildan juga mengelola Pondok Pesantren Darussalam Jatiguwi, Sumberpucung, Kabupaten Malang. Lembaga pendidikan tersebut dirintis sang ayah, KH Mansur Ahmad, yang sudah meninggal beberapa waktu lalu.

“Sampai kapanpun saya tetap memegang teguh amanah abah, supaya anak yatim piatu dan santri lainnya tetap mendapatkan layanan yang baik di pondok,” jelas mantan Sekum DPD KNPI Kabupaten Malang ini.

Sebagaimana diketahui, sesuai hasil rekapitulasi form D pleno KPU, Wildan mendapatkan suara 9.158, mewakili Partai Nasdem di tingkat Provinsi. Meskipun gagal, ia tetap bersemangat mengabdikan dirinya berkhidmat bagi masyarakat Malang.

“Saat ini ada kurang lebih 120 binaan anak yatim piatu yang tersebar di beberapa kecamatan, masih terus kami perjuangkan untuk kesehatan dan pendidikannya, semoga Allah SWT memudahkan, aaminn,” pungkas pria yang saat ini menjabat sebagai KORPRES MD KAHMI Kabupaten Malang. (fiq/ram)

Related Articles

Back to top button