Inspirasi

Musthafidz Chaironi, Maestro Biola dari Kota Batu, Menginspirasi dengan Karyanya yang Berkualitas Tinggi

MALANGSATU – Biola berkualitas tinggi karya Musthafidz Chaironi, seorang perajin berbakat dari Kota Batu, telah mencuri perhatian pasar musik internasional. Dengan industri rumahan yang berlokasi di Jl. Arjuno No. 30, Musthafidz telah mengukir reputasi sebagai pembuat biola yang tidak hanya bagus, tetapi juga berkualitas internasional.

Tidak hanya diminati oleh musisi dalam negeri, biola buatannya telah memukau pasar internasional, termasuk di Amerika, Eropa, Qotar, dan Dubai. Musthafidz, dalam sebuah wawancara di rumahnya, menjelaskan, “Mereka (musisi biola mancanegara) tahu tentang biola saya dari media-media cetak dan tayangan media televisi yang kebetulan dulu pernah juga meliput cara pembuatan biola-biola di sini,”ucapnya.

Meskipun awalnya tidak fokus pada pembuatan biola, Musthafidz menemukan panggilannya setelah mengalami kegagalan dalam bisnis lainnya. Dengan bakat musiknya, dia awalnya berdagang pakaian dan alat olahraga di sekitar alun-alun Batu. Namun, kebakaran toko mengubah arahnya.

Bersama seorang teman, Musthafidz kemudian berangkat ke Jakarta untuk mengajar musik sebagai mata pencaharian. Namun, hasratnya terhadap pembuatan biola tidak pernah padam. Meskipun pengalamannya dalam kursus pembuatan biola di Tangerang pada tahun 2002 tidak sesuai harapannya, dia belajar cukup untuk mencoba membuat biola sendiri.

Dengan tekad dan dedikasi, meskipun menggunakan bahan-bahan lokal yang terbatas pada awalnya, Musthafidz berhasil menciptakan biola pertamanya pada tahun 2002. Seiring berjalannya waktu, permintaan akan biolanya meningkat, terutama setelah dia mulai menggunakan kayu maple impor dari Australia.

“Kayu jenis ini memang bagus untuk membuat bodi piano dan biola, tapi harganya mahal. Setiap satu kubiknya bisa dijadikan 25 biola,” ujar suami Susiah ini.

Meski harga biolanya kini mencapai jutaan rupiah per unit, permintaan terus meningkat. Namun, tantangan terbesar bagi Musthafidz adalah produktivitasnya yang menurun, karena harus menangani semua tahap pembuatan biola sendirian.

Di tengah kesulitan menemukan tenaga kerja yang sesuai, Musthafidz tetap bersemangat untuk menyebarkan kecintaannya pada musik. Dia masih aktif sebagai pengajar les biola di rumahnya dan bermimpi untuk membentuk sebuah grup orkestra biola di masa depan.

“Karena memang membuat biola harus mempunyai keahlian khusus agar suara biolanya tidak fals, dan membuat kerajinan alat musik biola itu tidak mudah dan butuh orang-orang yang teliti dan ulet,” tuturnya.

Dengan karya-karyanya yang berkualitas tinggi dan semangatnya yang tidak padam, Musthafidz Chaironi terus menginspirasi generasi musisi muda dan memperkaya dunia musik dengan kehadiran biola berkualitas tinggi buatannya. (min/ram)

Related Articles

Back to top button