Warung Isor Nongko, Kuliner Rumahan Legendaris yang Tetap Digemari di Kota Malang
MALANG – Di tengah pesatnya perkembangan kafe dan restoran modern, sebuah warung makan sederhana di kawasan pusat Malang tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal masyarakat. Warung tersebut adalah Warung Isor Nongko, tempat kuliner legendaris yang menyajikan masakan rumahan khas Jawa dengan cita rasa autentik dan harga yang ramah di kantong.Warung makan ini berada di Jalan Gajahmada, tidak jauh dari kompleks Balaikota Malang. Lokasinya yang strategis membuat warung tersebut mudah dijangkau oleh warga kota maupun wisatawan yang ingin menikmati sajian tradisional khas Jawa.
Sejak berdiri lebih dari dua dekade lalu, Warung Isor Nongko dikenal dengan konsep prasmanan yang sederhana namun menarik. Pengunjung dapat memilih sendiri berbagai lauk dan sayur sesuai selera, mulai dari botok tempe, urap, rawon, hingga beragam tumisan khas Jawa. Harga makanan di tempat ini relatif terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp30.000 per porsi, sehingga menjadi favorit banyak kalangan.
Dirintis Sejak 2002
Pemilik Warung Isor Nongko, Hari Purnomo, merintis usaha tersebut bersama sang istri sejak tahun 2002. Awalnya, warung kecil ini berdiri di sekitar pertigaan Jalan Gajahmada dan Jalan Trunojoyo sebelum akhirnya pindah ke lokasi yang sekarang pada tahun 2022.
Pria yang akrab disapa Cak Hari ini mengaku usaha kulinernya berawal dari keinginan sederhananya, yakni menghadirkan masakan rumahan yang enak dan terjangkau bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat kota.
“Warung ini kami rintis bersama istri sejak 2002. Awalnya kecil sekali, tapi alhamdulillah sampai sekarang masih banyak pelanggan yang datang,” ujar Hari.
Nama Isor Nongko sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “di bawah pohon nangka”. Nama tersebut merujuk pada lokasi awal warung yang berada tepat di bawah pohon nangka besar sehingga mudah dikenali pelanggan.
Sup Iga Jadi Menu Favorit
Di antara berbagai menu yang disajikan, sup iga menjadi salah satu hidangan yang paling banyak dicari pelanggan. Kuahnya yang gurih dengan potongan iga yang cukup besar membuat menu ini kerap habis lebih cepat dibandingkan menu lainnya.
Selain sup iga, pelanggan juga bisa menikmati berbagai lauk khas Jawa seperti tempe mendol, sate komoh, telur dadar, botok, hingga tumisan daun pepaya. Variasi menu tersebut membuat pengunjung memiliki banyak pilihan sesuai selera.Konsep prasmanan juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bebas menentukan kombinasi lauk dan sayur yang diinginkan. Tak heran jika pada jam makan siang, warung ini hampir selalu dipenuhi pelanggan, mulai dari pegawai kantor, mahasiswa, hingga warga sekitar.
Aktif dalam Kegiatan Sosial
Tidak hanya dikenal sebagai tempat makan murah dan enak, Warung Isor Nongko juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Pemilik warung kerap menyediakan puluhan porsi makanan gratis bagi kaum dhuafa setiap hari Jumat melalui program yang mereka sebut “Warung Berkah”.
Tetap Bertahan di Tengah Persaingan
Menjamurnya kafe dan restoran modern di Malang tidak membuat Warung Isor Nongko kehilangan pelanggan. Justru, kehadiran warung makan sederhana dengan cita rasa rumahan seperti ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang merindukan makanan tradisional.
Cita rasa yang konsisten, harga terjangkau, serta suasana sederhana yang akrab membuat warung ini tetap memiliki tempat di hati para pelanggan.Warung Isor Nongko menjadi salah satu contoh bahwa kuliner tradisional masih mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Bagi banyak orang, tempat makan ini bukan sekadar warung biasa, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner khas Malang yang terus dijaga keberadaannya dari generasi ke generasi.(ram)




2 Comments