Antisipasi Banjir dan Longsor, Masyarakat dan Perhutani Perkuat Konservasi Hutan di Kota Batu
BATU – Upaya pencegahan bencana banjir dan tanah longsor di kawasan wisata terus dilakukan melalui kegiatan penghijauan hutan. Puluhan masyarakat Desa Pesanggrahan bersama petugas Perhutani KPH Malang menggelar aksi reboisasi di wilayah hutan Kota Batu, Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan.
Kegiatan penanaman pohon yang digelar pada Minggu (21/12) ini melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pesanggrahan, Perhutani KPH Malang, serta warga Kota Batu. Sekitar seribu bibit tanaman tegakan dan tanaman buah ditanam secara gotong royong di dua titik lokasi, yakni kawasan Hutan Tumpak Seruk, Dusun Toyomerto dan area sekitar mata air Gunung Kasiman, Desa Pesanggrahan.
Jenis vegetasi yang ditanam meliputi tanaman keras seperti beringin walik dan ficus, serta tanaman buah di antaranya alpukat dan nangka. Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah, menjaga ketersediaan air, serta mengurangi potensi bencana alam akibat kerusakan ekosistem hutan.Koordinator kegiatan, Achmad Saifudin, mengatakan bahwa penghijauan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang konsisten dilakukan oleh para pegiat lingkungan bersama masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menanam sekitar seribu pohon di kawasan hutan, sementara pada tahun 2024 lalu tercatat sebanyak 2.500 pohon berhasil ditanam.
“Penghijauan ini menjadi langkah nyata kami untuk menjaga hutan agar tetap lestari, sekaligus sebagai upaya mitigasi bencana di kawasan wisata dan pemukiman,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Perhutani KPH Malang. Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, menilai aksi reboisasi tersebut mampu memberikan edukasi positif kepada masyarakat sekitar agar lebih peduli dan terlibat langsung dalam pelestarian hutan.
“Dengan hutan yang terjaga, risiko bencana akibat kerusakan ekosistem dapat diminimalisir. Kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu terus dilanjutkan,” katanya.
Ke depan, kegiatan penghijauan dan penanaman pohon serupa direncanakan akan terus dilakukan setiap tahun melalui kolaborasi antara masyarakat, pegiat lingkungan, dan petugas terkait, guna memastikan kelestarian hutan tetap terjaga di wilayah Kota Batu. (ram)



