Pendidikan

Berprestasi, Siswa Down Syndrome ini Dilirik Banyak Desainer

MALANG – Wahyu Nizam Arden Abhista, atau akrab disapa dengan panggilan Nizam adalah Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) kelas 9 (16) di SMP Islam Terpadu Insan Permata, Malang.

Namanya cukup dikenal di dunia fashion Kota Malang. Bukan tanpa alasan, Nizam memiliki segudang prestasi di dunia fashion dan foto model. Dalam berita MALANGSATU.COM yang berjudul “Hebat, Siswa Down Syndrome Sukses Raih Prestasi”, disebutkan setidaknya ada sekitar 20 prestasi yang berhasil Ia rebut dalam beragam event.

Saat ditemui MALANGSATU.COM di sekolahnya, Nizam nampak ramah, santun dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, tidak heran jika dirinya mudah untuk dikenal. Ia pun terlihat luwes saat tampil fashion show dalam kegiatan Gelar Karya Vokasi Inklusi yang merupakan bagian dari kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Islam Terpadu Insan Permata, Jalan Atletik, Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Sabtu (31/8/2024).

Saat perform, Nizam berhasil menarik perhatian wali murid dan siswa lainnya, seolah ingin membuktikan bahwa siswa Down Syndrome memiliki percaya diri dan mampu berprestasi.

Menurut sang bunda, Nurwahidah (42), Nizam juga menjadi daya tarik beberapa brand ternama, dan ingin menjadikan putranya model untuk memperagakan busana.

“Ada beberapa brand fashion karya beberapa designer terbaik kota Malang, diantaranya Detuka, 54s Collection, Nenz3yo, Omah Jahit Fir, Andy Sugix, Hamparan Rintik, dan Hoq Syar’i yang tertarik menjadikan Nizam sebagai model,” ucap Nurwahidah.

Ibu asal Malang, Jawa Timur, itu juga mengatakan bahwa dirinya tidak menargetkan Nizam supaya menjadi juara dalam beragam event, namun dirinya hanya ingin putranya produktif dalam mengisi aktivitas harian di luar jam pelajaran sekolah, kalaupun ada tawaran sebagai model, Ia menganggapnya sebagai bonus atas perjuangan buah hatinya.

Nurwahidah menambahkan, bahwa sampai saat ini putranya juga aktif di beberapa kegiatan di luar modeling.

“Nizam aktif di produksi kaos lukis, selain itu bergabung dengan Komunitas Pejuang Mimpi, dia menjadi penyemangat anak – anak berkebutuhan khusus lainnya,” imbuhnya.

Nurwahidah berharap, Nizam dapat terus mengembangkan prestasinya dan dapat menjadi inspirasi bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar percaya diri dan selalu mensupport potensinya sesuasi bakat yang dimiliki.

“Tugas keluarga hanya mengarahkan dan mensupport saja, semoga dia bisa terus mengembangkan bakatnya, entah di modeling atau lainnya. Yang lebih penting, bisa menjadi inspirasi buat anak berkebutuhan khusus lainnya,” pungkas Nurwahidah. (ram/ris)

Related Articles

Back to top button