Candi Kidal Pondasi Sejarah Hindu di Jawa Timur
MALANGSATU – Sebuah penemuan arkeologis yang menarik telah mengungkapkan kekayaan sejarah agama Hindu di Jawa Timur. Candi Kidal, sebuah peninggalan dari Kerajaan Singasari yang terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi sorotan para peneliti. Bangunan ini, yang diduga dibangun pada tahun 1248 M, merupakan penghormatan atas jasa besar Raja Anusapati, putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung.
Menurut catatan sejarah, Candi Kidal ditemukan pada tahun 1925 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang penjelajah terkenal pada awal abad ke-11. Namun, keberadaannya baru benar-benar terungkap pada masa itu. Kemudian, pada tahun 1990-an, dilakukan pemugaran untuk mengembalikan keindahan bangunan ini.
Struktur bangunan candi ini menarik perhatian dengan perpaduan corak antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan tinggi sekitar ±12 meter, Candi Kidal memiliki tiga bagian utama: kaki, bada, dan atap, yang memberikan kesan ramping khas gaya Jawa Timuran. Material utama yang digunakan adalah batu andesit, dengan fondasi, batur, dan kaki terbuat dari bata. Keunikan bangunan ini terletak pada hiasan relief yang mengisahkan legenda Garudeya, yang dipahatkan dengan indah di kaki candi.
Berdasarkan data ilmiah terbaru, Candi Kidal memberikan wawasan mendalam tentang praktik agama Hindu pada masa itu. Selain sebagai tempat persemayaman Raja Anusapati, candi ini juga digunakan sebagai tempat pemujaan yang penting. Reliefler relief Garudeya, yang menggambarkan pengorbanan dan cinta seorang putra kepada ibunya, memberikan gambaran tentang nilai-nilai keagamaan dan kebaktian pada masa lalu.
Dengan demikian, Candi Kidal tetap menjadi titik penting dalam studi arkeologi dan sejarah Hindu di Jawa Timur, serta menjadi destinasi wisata budaya yang menarik bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi warisan sejarah yang kaya dan berharga. (har/ram)




