news

Sumur Maut SDN Madyopuro 1, Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan yang Harus Diabadikan

KOTA MALANG – Sebuah sumur tua di halaman belakang SDN Madyopuro 1, Kota Malang, tidak hanya menjadi peninggalan bersejarah tetapi juga saksi bisu dari tragedi maut yang melibatkan pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Pada Kamis Pon, 18 September 1927, sumur tersebut menjadi tempat kekejaman yang tak terlupakan. Sebelas pejuang kemerdekaan dibunuh secara keji dan jasad mereka dibuang ke dalam sumur tersebut. Hanya empat dari sebelas korban yang berhasil diidentifikasi yaitu, Dulmanan, Samaun, Suwadi, dan Ponimin. Sedangkan tujuh lainnya tetap tak diketahui identitasnya.

M Badrus, seorang saksi sejarah menjelaskan bahwa saat itu tentara Belanda menembak para pemuda tersebut serta membuang jasad mereka ke dalam sumur itu sebagai peringatan bagi pejuang yang lain.

Ia menambahkan, sebelum bertransformasi menjadi sekolah, lokasi tempat sumur tersebut berada adalah lapangan Klenengan yang dikelilingi pohon bambu.

“Hingga saat ini, kerangka para pejuang tersebut masih berada di sana dan tidak ada yang dipindahkan oleh keluarganya. Oleh karena itu, kami sangat mendukung agar lokasi ini direstorasi dan dijadikan Gedung Juang,” ungkap Badrus.

Sejak tragedi itu, sumur maut ini tetap berada di lokasi semula, bahkan menyatu dalam ruang kelas SD. Khawatir terlupakan dari sejarah kemerdekaan, Badrus berharap sumur yang menjadi saksi sejarah dapat dijadikan tempat bersejarah.

“Saya berharap agar sumur maut ini dapat dijadikan Gedung Juang, sebagai bentuk penghormatan dan edukasi bagi generasi muda tentang arti sejarah dan pengorbanan para pahlawan kita,” jelas Badrus.

Pemerintah Kota Malang telah menerima usulan untuk merestorasi dan menjadikan lokasi ini sebagai monumen yang layak, sebagai pengingat akan perjuangan yang tak terlupakan bagi bangsa Indonesia.

Sumur maut ini bukan hanya sekadar saksi bisu dari masa lalu yang kelam, tetapi juga sebagai cerminan dari tekad pejuang untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. (ram)

Related Articles

Back to top button