Wisata

Wendit, Surganya Capung di Pulau Jawa

MALANGSATU.COM – Wendit, yang dikenal dengan sumber air yang melimpah, ternyata menjadi habitat penting bagi banyak spesies capung (odonata). Berdasarkan riset Indonesia Dragonfly Society (IDS) yang dipublikasikan oleh Mongabay-Indonesia, setidaknya Wendit menyimpan sekitar 27% keanekaragaman capung dari seluruh habitat yang ada di Pulau Jawa.

Data yang tercatat oleh Jan Van Tol dari National Museum of Natural History Naturalis, Leiden, menunjukkan bahwa Pulau Jawa memiliki 122 jenis capung. Dalam penelitiannya, IDS berhasil mengidentifikasi 31 jenis capung, yang sebagian besar terdapat di Wendit.

Menurut peneliti IDS, Tabita Makitan, 31 jenis capung tersebut hidup di empat jenis vegetasi yang berbeda, yaitu lahan kangkung di sekitar tempat rekreasi pemandian Wendit, sawah, pemukiman penduduk, dan pepohonan bambu.

Tabita menjelaskan bahwa keberadaan capung memiliki peran penting dalam kelestarian alam di sekitar pemandian Wendit. Ia menyatakan bahwa capung berfungsi sebagai bio-indikator lingkungan. Telur capung (nimfa) yang ada di dalam air sangat sensitif terhadap pencemaran, dan karena sifatnya tersebut, capung dapat membantu peneliti untuk mengidentifikasi mana air yang masih bersih dan mana yang terkontaminasi.

Selain itu, sebagai predator, capung berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di area pertanian. Capung memakan hama yang mengganggu tanaman padi, seperti kutu daun dan wereng.

Namun, Tabita menyayangkan bahwa belum banyak yang mengetahui bahwa wisata pemandian Wendit menyimpan kekayaan ekosistem yang patut dilestarikan. Ia juga mengajak masyarakat di sekitar Wendit dan masyarakat secara umum untuk lebih peduli dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Untuk melestarikan ekosistem capung, tidak sulit. Cukup dengan menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Tabita. (rul)

Related Articles

Back to top button