Aremanita Ini Raih Prestasi Lewat Limbah
MALANGSATU – Siapa sangka limbah yang dipandang sebelah mata sebagian besar orang bisa menjadi berkah. Dengan sentuhan tangan dingin Nanik Sriwahyuningsih, limbah menjadi barang berkualitas bernilai ekonomis tinggi, seperti bunga klobot (limbah kulit jagung), Clay berbahan dasar tapioka, souvenir berbahan dasar limbah kertas koran, dan beragam kerajinan lainnya. Ia pun berhasil mengenalkan hasil kreasinya ke beberapa negara dan sukses menyabet prestasi sebagai nara sumber dan trainer terbaik dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia, 2014 lalu.
Bagi wanita kelahiran Malang ini, kesuksesan seseorang diukur dari kemampuannya mensukseskan orang lain.
“Sukses itu harus mensukseskan orang lain,” ucap Nanik Sriwahyuningsih kepada MALANGSATU.
Sudah 600 orang berhasil Ia bina menjadi wirausahawan sukses, bahkan sekarang, wanita kelahiran 1 Januari 1971 ini sedang melatih 10 orang asal Labuan Bajo, di kediamannya, Jalan Dirgantara, Kota Malang. Nanik tidak mematok biaya pelatihan, bahkan sebagian besar orang yang belajar mengolah limbah tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Kami memang ingin membantu, selama untuk kebaikan orang lain, kami siap melatih dengan gratis,” imbuh Nanik.
Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Brawijaya ini melanjutkan jika dirinya kewalahan melayani permintaan bunga klobot untuk dikirim kebeberapa negara, karena itu Nanik membuka peluang rekruitmen untuk membantunya memproduksi beragam handycraft berbahan dasar limbah.
“Kami kewalahan memenuhi order export handycraft, jadi harus bekerjasama dengan pengerajin dibawah binaan kami untuk memenuhinya,” jelas Nanik.
Beberapa negara yang berminat dengan handycraft berbahan dasar limbah hasil kreasi Nanik adalah Spanyol, Thailand, Singapore. Ketiga negara tersebut sangat tertarik dengan bunga klobot. Menurut Nanik bunga klobot sangat diminati karena bentuknya yang unik dan menggunakan limbah.
“Warga asing sangat menyukai handycraft berbahan dasar limbah, karena itu bunga klobit laris dipasaran Spanyol, Thailand, dan Singapore,” ujar Ketua Koperasi Garuda Jaya ini.
Harga jual handycraft berbahan dasar limbah kreasi Nanik tidak terlalu mahal, untuk bunga klobot di banderol mulai 7.000 – 700.000 ribu rupiah, sedangkan handycraft limbah kertas dijual mulai harga 500 – 25.000 ribu rupiah. (ren/jen)




