news

Kampus Harus Jadi Ruang Dialog, Bukan Arena Saling Serang

YOGYAKARTA – Insiden diskusi yang melibatkan sejumlah pejabat negara di lingkungan kampus baru-baru ini memicu perdebatan mengenai ruang demokrasi di Indonesia. Kehadiran para tokoh publik di tengah kritik mahasiswa dinilai sebagai ujian penting bagi kedewasaan berdemokrasi.

Pengamat Politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, menekankan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang intelektual yang terbuka untuk beradu gagasan. Menurutnya, ketika seorang pejabat berani hadir untuk berdialog meski di tengah kritik, itu adalah wujud demokrasi yang sehat.

“Kehadiran pejabat di kampus adalah bentuk keterbukaan yang patut diapresiasi. Sebaliknya, kritik yang disampaikan mahasiswa adalah bagian mutlak dari demokrasi itu sendiri,” ujar Ayip.

Dialog vs. Menghindar

Ayip menambahkan, perbedaan pandangan yang muncul di ruang diskusi seharusnya dijawab dengan komunikasi langsung, bukan dengan tindakan menghindar. Baginya, menghindar justru akan menyuburkan prasangka, sementara dialog membuka jalan bagi solusi nyata.

“Demokrasi yang sehat tidak membutuhkan kemarahan, melainkan percakapan. Kampus harus kembali difungsikan sebagai ruang adu gagasan yang elegan. Kritik tajam mahasiswa bukanlah sebuah serangan, melainkan bentuk kepedulian yang harus dihargai dengan jawaban berbasis data dan argumen,” jelasnya.

Uji Kedewasaan BerdemokrasiInsiden yang sempat menjadi sorotan publik ini dianggap sebagai pengingat bagi semua pihak. Bagi pejabat publik, konsistensi untuk hadir dan mendengar aspirasi secara langsung—meskipun dalam situasi yang tidak nyaman adalah cerminan dari pemimpin yang demokratis.

Di sisi lain, bagi kalangan mahasiswa, ruang kampus diharapkan tetap menjadi tempat di mana nalar dikedepankan. Ayip berpesan agar semangat untuk mengkritisi kebijakan pemerintah harus tetap berpijak pada koridor diskusi yang terbuka, sehingga komunikasi yang terbangun tidak terputus oleh emosi sesaat.”Pada akhirnya, kampus adalah tempat di mana kekuasaan diuji dengan ide, bukan dengan penghakiman. Komunikasi langsung inilah yang nantinya akan membuka jalan bagi kebijakan yang lebih baik bagi rakyat,” tutupnya. (rul)

Related Articles

Back to top button