news

Pesan Dudung ke Mahasiswa: Kritik Itu Vitamin Demokrasi, Jangan Dicampur Provokasi

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberikan catatan tegas sekaligus reflektif bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, di tengah maraknya aksi penyampaian pendapat yang terjadi belakangan ini.

Dudung menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap aspirasi publik. Baginya, kritik adalah “napas” dalam demokrasi yang sehat. Namun, ia mewanti-wanti agar mahasiswa mampu membedakan secara jernih antara kritik konstruktif dengan benih-benih provokasi yang justru merusak tatanan sosial.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat. Kritik adalah napas demokrasi yang seyogianya bersifat membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujar Dudung, Jumat (12/6/2026).

Kritik Bukanlah Musuh

Dalam pandangan KSP, kritik yang substansial dan solutif adalah mitra pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan. Dudung menekankan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk tetap kritis, namun dengan batasan etika dan objektivitas yang jelas. Hindari terjebak pada narasi-narasi yang hanya bertujuan memicu kericuhan atau memecah belah persatuan di tengah jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Belajar dari Sejarah

Dudung juga mengingatkan kembali pentingnya menjaga stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan. Ia mengajak publik untuk menengok ke belakang, belajar dari sejarah bangsa yang pernah diguncang oleh konflik sosial dan ancaman disintegrasi.

Menurutnya, persatuan adalah modal utama yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak di tengah terpaan zaman. Ia menekankan pesan moral bahwa “Bhinneka Tunggal Ika” bukanlah sekadar slogan, melainkan napas yang harus dijaga oleh setiap warga negara.

“Mari kita jadikan sejarah sebagai tonggak introspeksi. Mari kita rapatkan barisan untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat,” tutupnya. (rul)

Related Articles

Back to top button