newsWisata

250 Kg Sampah Plastik Wisatawan Berhasil Dievakuasi Relawan dari Kawasan Gunung Bromo

MALANGSATU – Beberapa waktu lalu, tepatnya 8-9 Juni lalu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah mengumumkan penutupan akses wisata ke Gunung Bromo melalui pintu masuk Cemorolawang dan dari arah Kabupaten Pasuruan melalui wilayah Dingklik. Sementara itu, akses dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ditutup di wilayah Jemplang, Kabupaten Malang.

Bukan tanpa alasan, penutupan itu sengaja dilakukan karena Balai Besar Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sedang mencanangkan program bersih gunung dari beragam sampah, terutama sampah anorganik.

Hendra Wisantara, selaku Kepala Tim Kerja Data Evlaphum dari BB TNBTS, menjelaskan bahwa kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan di kawasan TNBTS dinilai masih kurang. Salah satu buktinya adalah ketika tim gabungan berhasil mengangkut sekitar 250 kilogram sampah anorganik dari kawasan Gunung Bromo. Sampah tersebut terdiri dari botol plastik, bungkus mie instan, sedotan, dan kemasan makanan ringan.

Hendra menambahkan bahwa program tersebut didukung beberapa pihak, “Kami melibatkan pengunjung dan pelaku usaha wisata dalam aksi membersihkan sampah tersebut.” jelasnya.

Tim gabungan telah berhasil mengumpulkan seluruh sampah dari beberapa titik strategis di kawasan Gunung Bromo, antara lain di Penanjakan, Bukit Kedaluh, Lemah Pasar (Bukit Cinta), sepanjang jalan Dingklik Penanjakan, Lembah Watangan (Savana), Watu Gede, sekitar Pura Luhur Poten, Bunker, dan Jemplang.

Setelah proses pengumpulan selesai, petugas menggunakan pikap untuk mengangkut semua sampah tersebut turun ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sukapura, Probolinggo.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Hendra.

Pewarta : Said Ramadhan
Editor : Rully Novianto

Related Articles

Back to top button